Machine Learning sanggub beri perlindungan 4 Miliar Transaksi Keuangan per Pekan
Transformasi digital telah memainkan peran penting dalam membentuk tren di berbagai industri, termasuk jasa keuangan. Kini masyarakat memiliki kemudahan dalam melakukan aktivitas perbankan digital dan transaksi non tunai dimanapun dan kapanpun.
Riset McKinsey & Company tahun 2019 yang bertajuk "Perbankan digital di Indonesia: Membangun loyalitas dan menghasilkan pertumbuhan", menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam penggunaan internet dan mobile banking untuk aktivitas perbankan.
Menurut penelitian, pertumbuhan eCommerce dan kuatnya dorongan digitalisasi perbankan Indonesia menjadi salah satu faktor pendorong percepatan implementasi platform perbankan digital.
Namun, seiring dengan pertumbuhan besar-besaran di sektor keuangan, industri ini juga mengalami lonjakan serangan dunia maya dan aktivitas penipuan. Keamanan data menjadi perhatian khusus dan penjahat dunia maya terus mencari kerentanan baru untuk dieksploitasi dengan serangan yang semakin canggih.
Menariknya, Laporan Kurva Kenyamanan 2020 F5: Paradoks Kenyamanan Privasi menunjukkan bahwa sekitar 57 persen konsumen di Indonesia percaya bahwa layanan keuangan cukup efektif dalam hal privasi data dan perlindungan informasi pribadi.
Masalah keamanan siber layanan keuangan
Survei Cybersecurity Exposure Index (CEI) 2020 PasswordManagers.co mengungkapkan daftar negara yang paling rentan terhadap ancaman dunia maya dan negara yang paling tidak rentan. Dari 108 negara tersebut, Indonesia menempati urutan ke-59. Artinya, masih ada ruang untuk peningkatan dalam keamanan sibernya.
Di industri jasa keuangan masih banyak terjadi serangan dunia maya, seperti pembobolan data, dimana informasi sensitif mulai dari nama nasabah, alamat, hingga rekening bank dan nama ibu kandung bocor.
Selain itu, mengacu pada data Security Incident Response Team dari tahun 2017 hingga 2019, F5 Labs menganalisis serangan lain yang perlu diantisipasi oleh layanan keuangan dan menemukan peningkatan yang signifikan pada jumlah serangan terkait otentikasi dan terdistribusi denial-of-service (DDoS).
Brute force dan Credential Stuffing
Kemudian, secara rata-rata, serangan Brute Force dan Credential Stuffing menyumbang 41 persen dari semua serangan terhadap organisasi jasa keuangan selama seluruh periode tiga tahun.
Di masa mendatang, serangan DDoS akan menjadi ancaman terbesar kedua bagi organisasi jasa keuangan, menyumbang 32 persen dari semua insiden yang dilaporkan antara 2017 dan 2019.
Singkatnya, data layanan keuangan adalah salah satu jenis data yang paling dicari melalui serangan dunia maya dan pelanggaran data dapat merusak baik dari sudut pandang moneter maupun reputasi organisasi.
Oleh karena itu, keamanan siber yang kuat untuk layanan keuangan menjadi sangat penting karena perlu menyeimbangkan keamanan dengan kenyamanan pengguna.
Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq



0 komentar