Elon Musk Berhasil Jegal Jeff Bezos

by - April 19, 2021

 

Diamond QQ - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA dikabarkan memberikan lampu hijau kepada SpaceX, perusahaan teknologi antariksa Elon Musk, untuk mengirim manusia ke Bulan.


NASA disebut-sebut telah menggelontorkan US $ 2,9 miliar atau Rp42 triliun ke SpaceX untuk membangun teknologi luar angkasa. Misi ke Bulan ini rencananya akan terwujud pada tahun 2024.


Karena itu, Blue Origin milik Jeff Bezos dan perusahaan teknologi luar angkasa lainnya, Dynetics, yang pada awalnya dianugerahi kontrak untuk membangun pesawat luar angkasa untuk misi Bulan, secara resmi gagal.


Faktanya, Bezos baru-baru ini secara resmi mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif Amazon, dan fokus pada proyek lain, termasuk Blue Origin. Analis percaya bahwa Blue Origin telah berjuang keras melawan saingannya, SpaceX Elon Musk.


Administrator NASA untuk Direktorat Misi Operasi dan Eksplorasi Manusia, Kathy Lueders, mengatakan kemitraan itu akan menyelesaikan misi demonstrasi awak pertama ke permukaan bulan pada abad ke-21. Dia mengaku telah mengambil langkah maju untuk kesetaraan perempuan dan eksplorasi ruang angkasa jangka panjang.


"Langkah kritis ini menempatkan umat manusia pada jalur eksplorasi Bulan yang berkelanjutan dan terus mengawasi misi lebih jauh ke Tata Surya, termasuk Mars," ujarnya, seperti dikutip laman Express, Senin 19 April 2021.


SpaceX kemudian mengkonfirmasi kebenaran masalah tersebut, di mana mereka mengatakan Roket Starship siap mengirim manusia kembali ke Bulan dari Misi Apollo pada 1969 hingga 1972.


"NASA telah memilih Starship untuk mendaratkan astronot di permukaan Bulan sejak Misi Apollo beberapa dekade lalu. Kami dengan rendah hati siap membantu @NASAArtemis mengantarkan era baru eksplorasi ruang angkasa manusia," kata pernyataan resmi SpaceX melalui akun Twitter.


Pendaratan manusia juga diharapkan dapat membawa dua astronot AS, salah satunya seorang wanita, untuk mengukir sejarah dalam apa yang akan menjadi wanita pertama yang mendarat dan berjalan di Bulan.


SpaceX Elon Musk telah memenangkan lebih dari dua pesaingnya, Jeff Bezos 'Blue Origin and Dynetics, dan telah menemukan kesuksesan dengan roket inovatif mereka, Starship, yang dapat digunakan kembali setelah terbang.


"Teknologi yang dapat digunakan kembali akan secara drastis mengurangi biaya perjalanan luar angkasa. Roket Starship diciptakan untuk menjadi sistem peluncuran dan pendaratan yang dapat digunakan kembali sepenuhnya. Teknologi kami dirancang khusus untuk perjalanan ke Bulan, Mars dan misi lain di Tata Surya," katanya stres. Elon Musk.

Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq



You May Also Like

0 komentar