Gojek dan Tokopedia keduanya akan bernilai US $ 18 miliar atau Rp 262 triliun

by - April 12, 2021

 

Diamond QQ - Gojek dan Tokopedia tinggal menunggu merger. Jika mereka bergabung, keduanya akan bernilai US $ 18 miliar atau Rp 262 triliun dan menawarkan layanan belanja online, layanan kurir, ojek online, pengiriman makanan, dan layanan lainnya di negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu.


Di mata peneliti Research Institute of Socio-Economic Development (RISED), Tegar Rismanuar, merger Gojek dan Tokopedia tidak akan memonopoli pasar karena struktur pasarnya oligopoli atau memiliki pesaing lain.


“Yang jelas merger ini akan meningkatkan valuasinya dan juga peluang mendapatkan lebih banyak dana dari pasar saham di Indonesia. Mereka juga berniat melantai di bursa Amerika,” ujarnya kepada VIVA Tekno, Sabtu, April. 10, 2021.


Tegar melanjutkan, tujuan penggabungan ini juga untuk meningkatkan peluang agar bisa berekspansi ke domain yang lebih luas. Evaluasi juga diperkirakan mencapai US $ 40 miliar atau sekitar Rp. 572 triliun. Nilai ini, katanya, hampir menyamai penilaian Elon Musk terhadap raksasa teknologi SpaceX.


Sebagai informasi, SpaceX telah mengumpulkan US $ 2,1 miliar (Rp. 30,7 triliun) dalam putaran baru pendanaan ekuitas pada Agustus 2020, sehingga valuasinya mencapai US $ 44 miliar (Rp 643 triliun). “Kemungkinan hasil merger ini akan membuat persaingan semakin ketat. Dampaknya terhadap konsumen juga semakin baik,” ujarnya.


Tegar menjelaskan merger Gojek dan Tokopedia akan meningkatkan trafik ekonomi digital, sekaligus menjadi milestone baru di pasar saham Indonesia karena belum ada unicorn yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Namun, Tegar mengingatkan, pemerintah perlu memberikan regulasi terkait transparansi data, baik finansial maupun industri, perlindungan konsumen, dan kesempatan kerja.


Tutupi informasi

Terkait aturan atau regulasi, pemerintah didorong untuk membuat aturan baru unicorn yang tercatat di bursa, atau pengaturan regulasi lama yang diasumsikan sama antara unicorn dengan perusahaan publik lainnya.


Dalam kesempatan terpisah, Gojek dan Tokopedia masih menutup rapat terkait merger. "Sayangnya belum ada yang ingin kami sampaikan. Jika ada aksi korporasi pasti akan kami sampaikan ke publik," kata Vice President Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak.


Senada dengan itu, Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita memahami banyak perbincangan yang beredar terkait masalah ini. Namun, dia mengaku belum bisa berkomentar saat ini.


“Jika ada informasi yang bisa disampaikan terkait tindakan perusahaan, kami akan menginformasikan kepada teman media dan pemangku kepentingan secepatnya,” jelasnya. Sekadar informasi, investor umum di Gojek dan Tokopedia antara lain Temasek Holdings, Sequoia Capital, dan Google.


Kesepakatan ini dapat mengubah lanskap pasar e-commerce Indonesia yang tumbuh pesat akibat pandemi COVID-19 yang memicu permintaan pesan-antar makanan dan pembayaran elektronik.

Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq



You May Also Like

0 komentar