Kualitas Infrastruktur Koneksi Jadi Kunci Utama menuju Digitalisasi UMKM
Diamond QQ - Peran teknologi dalam pemulihan ekonomi tampaknya menjadi kunci dalam mempercepat transformasi berbasis digital dalam waktu yang relatif singkat dan membantu pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dan upaya pemerintah untuk mendigitalkan perekonomian di tengah situasi pandemi COVID-19 adalah hal yang tepat. Dengan dukungan peningkatan kualitas infrastruktur, konektivitas internet, dan pendidikan khususnya bagi para pelaku UMKM, pemulihan ekonomi nasional berada pada jalur yang tepat.
Jadi, kondisi pandemi COVID-19 bisa menjadi peluang dan momentum yang tepat untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam ekosistem digital.
Hal inilah yang juga menjadi fokus pembahasan dari webinar bertajuk "Technology for Recovery" pada KTT Indonesia yang diadakan oleh The Economist beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan ini, Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa digitalisasi UMKM diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi sekaligus menjadi jembatan kesenjangan terbesar dalam proses digitalisasi UMKM, yaitu non-UMKM. -produk standar.
Lebih lanjut Bambang mengatakan salah satu tantangan dalam digitalisasi perekonomian, termasuk UMKM, adalah kualitas konektivitas, serta infrastruktur sistem teknologi informasi yang belum merata.
Ia juga mengatakan, infrastruktur sistem teknologi informasi menjadi prioritas pemerintah. Menristek mendorong perusahaan telekomunikasi untuk ikut berinvestasi di sektor infrastruktur sistem teknologi informasi.
Baru-baru ini, pemerintah mencanangkan program 'Digital Connectivity 2021' yang antara lain bertujuan untuk membangun infrastruktur pendukung konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok Indonesia.
Tak hanya itu, Bambang juga meminta agar layanan telekomunikasi dipatok dengan tarif yang lebih murah agar terjangkau oleh mayoritas warga.
Direktur Utama PT HM Sampoerna Tbk, Mindaugas Trumpaitis juga menyampaikan pandangannya atas komitmen Sampoerna untuk terus mendukung UMKM di Indonesia.
"" Penting bagi kami untuk memanfaatkan peluang yang muncul dari pandemi untuk bergerak maju. Dari sisi retail, momentum ini bisa kita manfaatkan untuk mengadopsi teknologi secara lebih luas, baik untuk memudahkan akses konsumen maupun memudahkan operasional, ”jelas Mindaugas.
Menurut Mindaugas, pemilik toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), dalam melakukan transformasi digital melalui aplikasi AYO SRC.
Melalui aplikasi ini, lebih dari 130.000 pemilik toko grosir SRC dapat melakukan banyak hal, mulai dari pengelolaan stok toko, hingga pemesanan barang dan melakukan pembayaran secara digital.
“Pemilik toko grosir SRC yang menggunakan teknologi ini berhasil meningkatkan pendapatannya rata-rata 50 persen,” kata Mindaugas.
Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq



0 komentar