Pemerintahan Kosta Rika Lakukan Pemeriksaan Dugaan Korupsi Massal
Diamond QQ - Pemerintah Kosta Rika melakukan pemeriksaan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi massal yang menjerat pejabat negara. Puluhan pejabat dituding terlibat kasus korupsi kontrak proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan di negara Amerika Tengah itu.
Penyidikan korupsi ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu dan saat ini sedang berusaha mencari bukti dari pemerintah dan perusahaan swasta.
Salah satu investigasi paling efektif yang dilakukan oleh OIJ
https://twitter.com/VivaNicaragua13/status/1404529140867403777
Pada Senin (14/06/2021) pihak berwenang Kosta Rika menggeledah dan menangkap puluhan pejabat yang dituduh terlibat dalam tindakan korupsi. Menurut kepala Organismo de Investigación Judicial (OIJ), Walter Espinoza mengatakan ini adalah salah satu investigasi korupsi terbesar dan paling berpengaruh.
Agen dari organisasi tersebut telah melakukan pencarian sejak pukul 07.00 untuk mencari 57 pihak yang terlibat. Diketahui 14 di antaranya merupakan lembaga negara, termasuk kantor presiden. Pemeriksaan ini untuk melakukan pencarian dokumen yang membuktikan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka, dilansir Associated Press.
Ada 16 orang yang ditahan sehubungan dengan penyelidikan
Dikutip dari Swiss Info, sejauh ini 16 orang telah ditangkap terkait korupsi alokasi dana publik, ketidakjujuran saat bertugas, pemberian rekomendasi khusus, pencurian, penyuapan dan pengambilan dana untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan.
Ketua OIJ, Walter Ezpinoza juga mengatakan, “Sejumlah pelaku bisnis atau perusahaan yang memiliki modal besar dan kuat akan berpeluang melancarkan tindakan untuk mendekati pejabat, termasuk memberi mereka hadiah, royalti, mempengaruhi rekomendasi seseorang dan juga menyebabkan penyimpangan. dalam kontrak bisnis yang mengakibatkan peningkatan biaya, pekerjaan dan mempengaruhi pengeluaran negara."
Menyebabkan defisit anggaran negara
https://twitter.com/CRprensacom/status/1404456212293468170
Kasus korupsi pejabat negara terkait pembangunan jalan ini terdengar setelah defisit anggaran US$127 juta atau Rp. 1,8 triliun antara 2018-2020. Namun, penyelidikan ini fokus pada Dewan Perkeretaapian Nasional yang merupakan bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perhubungan.
Sementara penyelidikan dimulai sejak 2019 setelah beberapa orang memberikan informasi kepada otoritas setempat bahwa pejabat negara memiliki kecenderungan untuk memenuhi kontrak dari beberapa perusahaan. Di antara perusahaan yang diduga terlibat adalah Constructora Meco dan H. Solis, sehingga mereka dikenal sebagai perusahaan yang selalu memenangkan kontrak pemerintah, dikutip dari Associated Press.



0 komentar