Menlu RI sebut Pandemi Timbulkan 3 Dampak bagi Afrika

by - Agustus 25, 2021

 

Sumber foto: kompas.com


Diamond QQ - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pandemi COVID-19 telah menimbulkan tiga dampak bagi Afrika, yaitu dari sisi kesehatan, tantangan sosial ekonomi, dan semakin lebarnya jurang pemisah antara Afrika dan dunia.


Dia juga mengaku khawatir hal itu akan berdampak jangka panjang seperti peningkatan jumlah korban tewas secara tidak langsung, kelesuan ekonomi, dan peningkatan utang. Untuk itu, dia mengatakan akan menekankan beberapa dukungan untuk Afrika pada pertemuan G20 yang saat ini berlangsung di Italia.


“Dalam kaitan ini, Indonesia menekankan pertama dukungan terhadap Afrika haruslah Africadriven dan benar-benar berdasar pada kebutuhan dan prioritas mereka,” kata Retno dalam jumpa pers virtual dari pertemuan G20 di Italia, Selasa (29/6/2021).


“Pendekatan ini dikenal dengan prinsip “African solutions to address Africa’s challenges”,” lanjut Retno.


Afrika membutuhkan vaksinasi COVID-19


Lebih lanjut Retno mengatakan bahwa G20 harus mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Afrika untuk mencapai target SDGs atau Sustainable Development Goals.


“Saya memberikan contoh bahwa prioritas yang diperlukan Afrika saat ini adalah vaksinasi termasuk melalui the Partnership for Africa Vaccine Manufacturing Initiative,” kata Retno.


Retno menjelaskan, inisiatif yang dicanangkan Uni Afrika pada April 2021 berawal dari keprihatinan karena proporsi Afrika dalam total implementasi vaksinasi global sangat kecil, yakni hanya kurang dari 2 persen.


“Karenanya, melalui inisiatif ini, Uni Afrika membuka peluang kerja sama dan kemitraan untuk meningkatkan kapasitas Afrika dalam memproduksi vaksin di kawasan,” katanya.


Kepentingan Afrika selalu menjadi prioritas Indonesia


Selain itu, Retno juga menegaskan bahwa sejak Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955, kepentingan Afrika selalu menjadi prioritas Indonesia.


“Dalam kaitan ini saya berikan contoh beberapa kemitraan yang sudah dilakukan dengan Afrika, antara lain kerja sama teknis yang sifatnya tailor-made sebanyak lebih dari 1.000 program,” katanya.


“Penguatan kerja sama dengan Afrika juga akan dilakukan melalui Indonesia-Aid,” tambah Retno.


Usulan Indonesia untuk Afrika di G20


Hal kedua yang disampaikan Retno dalam diskusi tentang Afrika adalah pentingnya dunia mengubah pendekatannya dari pendekatan bantuan menjadi pendekatan kemitraan. Menurutnya, menjadikan Afrika bagian dari solusi sangat penting. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi Afrika.


“Saya berikan contoh yang dilakukan Indonesia dalam membangun kemitraan dengan Afrika yaitu melalui penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum yang menghasilkan deal bisnis senilai ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS), dan juga penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 yang menghasilkan proyek infrastruktur senilai 820 juta dolar AS," kata Retno.


Selain itu, Retno mengatakan dalam pertemuan Menlu G20, Indonesia mengusulkan agar G20 dapat mempertimbangkan kegiatan seperti G20-Africa Business Council atau G20 Africa Digital Expo.


"Hal terakhir yang saya sampaikan adalah pentingnya memastikan lingkungan kondusif bagi pertumbuhan yang sustainable di Afrika, termasuk pentingnya dukungan bagi climate adaptation food security dan peace building," jelasnya.

You May Also Like

0 komentar