Facebook dan anak perusahaannya dilarang bagikan data pribadi pengguna WhatsApp
Pemerintah Afrika Selatan telah memutuskan bahwa Facebook dan anak perusahaannya tidak boleh membagikan data pribadi yang dikumpulkan dari pengguna WhatsApp. Facebook harus terlebih dahulu mendapatkan izin resmi dari Badan Informasi Afrika Selatan (The Information Regulator / IR) jika ingin menggunakan data pribadi warga negara tersebut.
“WhatsApp tidak dapat memproses informasi kontak apa pun dari penggunanya tanpa izin kami. Baik untuk tujuan pengumpulan nomor secara spesifik maupun untuk tujuan menghubungkan informasi tersebut dengan informasi yang diolah oleh perusahaan Facebook lainnya, ”kata Kepala IR Pansy Tlakula seperti dikutip dari situs Gadget 360, Minggu 7 Maret 2021.
Ia juga mengatakan kebijakan tersebut sesuai dengan Pasal 57 Undang-Undang Perlindungan Data Afrika Selatan (Protection of Personal Information Act). Pansy mengaku telah mengirimkan surat resmi ke Facebook Afrika Selatan dan menjelaskan kekhawatirannya tentang kebijakan privasi baru tersebut.
Dia yakin ada perbedaan dengan pengguna di Uni Eropa (UE) yang menerima perlindungan privasi yang jauh lebih tinggi daripada orang di Afrika Selatan dan Afrika pada umumnya.
“Undang-undang kami sangat mirip dengan UE, juga sengaja didasarkan pada model itu karena memberikan model yang jauh lebih baik untuk perlindungan data pribadi daripada yurisdiksi lain. Kami tidak mengerti mengapa Facebook mengadopsi perbedaan antara Uni Eropa dan Afrika Selatan, "tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, WhatsApp mengaku sedang mengkaji surat resmi yang dikirimkan IR. Mereka juga menambahkan bahwa kebijakan privasi tidak mempengaruhi properti privasi pesan pengguna yang dikirim. "Kami tegaskan di sini bahwa WhatsApp tidak membagikan kontak Anda dengan Facebook dan kebijakan berlaku untuk pengguna di mana pun, termasuk di Afrika Selatan," kata WhatsApp.
Seperti diketahui, pada awal Januari lalu, WhatsApp menginformasikan kepada seluruh pengguna bahwa mereka sedang menyiapkan kebijakan privasi baru, di mana mereka akan membagikan sejumlah data pribadi pengguna seperti lokasi dan nomor telepon kepada Facebook dan anak perusahaannya.
Sejak itu muncul protes dari pengguna di seluruh dunia, termasuk Afrika Selatan. Alhasil, mereka beralih ke sejumlah platform saingan seperti Telegram dan Signal.
Akibat tindakan pengguna ini, WhatsApp menunda kebijakan privasi barunya hingga 15 Mei 2021 dari rencana semula pada Februari. Mereka juga terus berupaya untuk meyakinkan pengguna bahwa kebijakan mereka terus melindungi privasi dan keamanan pengguna.
Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq



0 komentar