Ilmuwan Tak mau menyerah untuk Berburu Alien
Ilmuwan telah menemukan super-Earth atau exoplanet (exoplanet) yang hanya berjarak 26 tahun cahaya dari Bumi. Penemuan ini merupakan pertanda adanya kehidupan alien. Super-Earth bernama Gliese 486b memiliki 2,8 kali massa Bumi.
Planet ekstrasurya ditemukan oleh Teleskop Carlos Sanchez 1,52 m di Observatorium Teide, Spanyol. Namun sayangnya, super-Earth ini bukanlah calon kehidupan manusia.
Permukaan planet ini memiliki suhu 430 derajat Celcius, dan karena kedekatannya dengan bintang induknya, exoplanet ini akan terus menerus terciprat radiasi. Namun, karena kemiripannya dengan Bumi, yang tersusun dari batuan dan memiliki inti logam, para ilmuwan yakin wilayah tersebut kemungkinan besar dihuni oleh alien.
Bumi Super juga lewat di depan bintang induknya, yang membuatnya terlihat oleh para ilmuwan sehingga mereka dapat memeriksa atmosfernya. Ini karena Gliese 486b sangat panas sehingga atmosfernya yang mengembang lebih mudah dianalisis.
Ilmuwan juga berpotensi untuk melihat apa itu gas dan apa yang tidak di dalamnya. Ini akan digunakan sebagai informasi untuk membandingkan Gliese 486b dengan exoplanet lain.
"Gliese 486b adalah jenis planet ekstrasurya yang telah kami impikan selama beberapa dekade. Kami sudah lama tahu bahwa bumi super yang berbatu pasti berada di sekitar bintang induk terdekat. Tapi kami tidak memiliki teknologi untuk menemukannya. sampai sekarang, "kata ilmuwan Ben Montet. , seperti dikutip dari situs Express, Selasa 9 Maret 2021.
Ia juga mengatakan bahwa temuannya berpotensi mengubah pemahaman tentang atmosfer. Gliese 486b adalah jenis planet ekstrasurya yang akan dipelajari selama 20 tahun ke depan, dengan penelitian ini dipimpin oleh Trifon Trifonov dengan harapan dapat membuka jalan bagi pemahaman yang lebih baik tentang keberadaan planet di luar Tata Surya.
Teleskop yang lebih canggih seperti James Webb Space Telescope (JWST) milik NASA yang akan diluncurkan pada Oktober 2021 akan membantu para ilmuwan melihat lebih dekat atmosfer super-Bumi. JWST juga akan mengukur secara akurat kandungan air, karbon dioksida, dan komponen lain di atmosfer planet ekstrasurya.
"Hasil studi ini semuanya akan membantu kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer planet berbatu, ekspansi dan kepadatannya yang sangat tinggi, komposisi dan pengaruhnya dalam mendistribusikan energi ke seluruh planet," kata Trifonov.
Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq



0 komentar