Geng Kriminal di Manaus Brazil Porak-Porandakan Kota
Sumber foto: twitter.com/amazonia_real
Diamond QQ - Kota terbesar di tengah hutan Amazon, Manaus mendapat serangan pembakaran dan vandalisme dari geng kriminal. Serangan ini disebabkan oleh pembunuhan salah satu pemimpin kelompok kriminal saat penyergapan oleh polisi yang mencoba menangkapnya.
Serangan itu memaksa pemerintah kota untuk menutup sementara layanan transportasi umum dan membuat warga Manaus takut untuk meninggalkan rumah mereka.
Serangan terjadi selama dua hari berturut-turut
https://twitter.com/wilsonlimaAM/status/1402056458338983937
Sejak Sabtu (6/5/2021) telah terjadi puluhan serangan oleh komplotan kriminal Comando Vermelho di Kota Manaus menyusul tewasnya salah seorang pemimpinnya. Diketahui bahwa berita kematian seorang bos geng kriminal menyebar dengan cepat melalui media sosial dan menyebabkan serangan pembakaran dan vandalisme di seluruh kota.
Serangan dari kelompok Commando Vermelho meninggalkan sedikitnya 29 kendaraan, tujuh cabang bank dan delapan fasilitas umum di Manaus dan beberapa kota kecil di Negara Bagian Amazonas. Menurut keamanan setempat, 18 bus, 2 mobil polisi, 2 truk dan sebuah ambulans dibakar, lapor The Rio Times.
Akibat penyerangan ini, pemerintah setempat menghentikan sementara operasional angkutan bus di Manaus. Bahkan Gubernur Amazonas, Wilson Lima mengerahkan polisi untuk berpatroli dan membentuk panitia untuk mengusut kasus tersebut, dikutip CNN.
Sebanyak 31 tersangka pelaku ditangkap
https://twitter.com/manausalerta/status/1401907994531713024
Menurut Kementerian Kehakiman Brasil, Anderson Torres, pada Senin (6/7/2021) aparat keamanan nasional diizinkan melakukan intervensi keamanan di Manaus dan Amazonas. Kata-kata Torres mengikuti permintaan dari Gubernur Amazonas Wilson Lima untuk memulihkan perdamaian di ibu kota Amazonas.
Sementara itu, menurut Sekretariat Keamanan Publik Amazonas, Kolonel Louismar Bonates sebanyak 31 orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan telah ditangkap. Salah satunya adalah anak laki-laki berusia 11 tahun yang diduga sebagai mata-mata dan dua di antaranya merupakan pelaku yang merencanakan penyerangan.
Penyebab utama dari rangkaian serangan ini dimulai setelah kematian Erick Batista Costa atau Dadinho (30) akibat serangan oleh petugas polisi di lingkungan Redenção. Kemudian anggota geng Commando Vermelho dari penjara memberikan perintah penyerangan. Hal itu dilakukan sebagai aksi balas dendam atas tewasnya gembong narkoba, dilansir dari Mercopress.
Angkutan Umum di Manaus Kembali Beroperasi
https://twitter.com/manaus_pop/status/1401517098397011970
Dikutip dari G1, Selasa (6/8/2021) angkutan bus di Manaus kembali beroperasi penuh setelah dua hari dihentikan sementara. Bahkan di sejumlah halte, diketahui masih banyak penumpang yang ingin kembali menggunakan angkutan umum utama di Manaus.
Selama ini Manaus menjadi lokasi yang strategis bagi jalur penyelundupan narkoba internasional untuk obat-obatan yang diproduksi di Kolombia dan Peru. Bahkan kota di tengah Amazon menjadi perebutan dua geng kriminal dan memicu bentrokan di dalam penjara pada 2017 dan 2019.



0 komentar