Sven-Goran Eriksson Puji Mancini, Sindir Pep Guardiola

by - September 30, 2021

 

Roberto Mancini dan Pep Guardiola. Sumber foto: twitter.com



Diamond QQ - Sven-Goran Eriksson yang telah memberi pendapatnya soal dua penerusnya di klub Manchester City, yakni Roberto Mancini dan Pep Guardiola. Nama pertama telah dipuji setinggi langit, sedangkan nama kedua telah diberi sindiran secara halus.


Baru-baru ini, pria berusia 73 tahun itu telah diwawancarai oleh The Italian Football Podcast mengenai berbagai hal, termasuk terkait Mancini dan Guardiola. Mancini, yang dulu telah berhasil mengantar Man City untuk menjadi juara Liga Inggris 2012 dan baru saja membawa Italia untuk juara Euro 2020, dulunya adalah anak asuh Eriksson saat di Sampdoria dan Lazio.


"Saya yang bisa bicara seharian soal Mancini. Saya tahu dia akan menjadi pelatih yang sangat bagus sejak 20-25 tahun silam, saat dia masih bermain. Kalau ada seseorang yang saya tahu akan menjadi pelatih, itu adalah dia karena tentang pikirannya selalu dipenuhi sepakbola. Selalu begitu dirinya sejak dia masih berusia 20 tahun," ujar Eriksson dalam siniar tersebut, dikutip Football Italia.


"Tidak heran jika dia akan memainkan sepakbola yang sangat indah saat ini, karena segala yang telah dia lakukan selalu elegan, begitu juga caranya ketika ia melatih dan bersikap. Jadi dia tidak hanya menang, tapi dengan cara yang berkelas."


"Italia asuhannya sangat bagus dalam hal penguasaan bola, tapi juga telah bermain direct. Saat memenangi bola, mereka kemudian telah menyerang dan akan terus menyerang," jelas pria asal Swedia itu soal Mancini.


Sementara itu, Guardiola adalah pelatih tersukses di klub Man City jika berbicara soal raihan gelar yang ada. Hanya dia yang saat ini mampu untuk mengantarkan The Citizens menjuarai Liga Inggris sampai sebanyak tiga kali dan telah berhasil menembus final Liga Champions.


Eriksson tidak akan meragukan kualitas Guardiola. Tapi ia pun juga telah sepakat dengan stigma yang selama ini masih melekat kepada entrenador asal Spanyol itu, bahwa timnya telah sukses karena memiliki back-up dana yang kuat.


"Pep Guardiola adalah yang terbaik di dunia saat ini, tapi tidak sulit memenangi gelar ketika kami telah menghabiskan banyak uang," kata Eriksson.


Eriksson yang dikenal sebagai salah satu pelatih sukses di Italia, terutama saat ia telah memenangi 7 trofi di Lazio pada musim 1997-2001. Selepas meninggalkan Biancoceleste, ia telah melatih di banyak tempat, termasuk Timnas Inggris (2001-2006) dan Manchester City (2007-08) yang saat itu dimiliki eks perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.


Di masanya, Lazio asuhan Eriksson saat itu juga dikenal telah berbelanja banyak bintang di setiap musim, membuat timnya mampu saat itu mampu untuk bersaing dengan kekuatan tradisional seperti AC Milan, Juventus, dan Inter Milan.

You May Also Like

0 komentar